Perawatan Jagung Hibrida dengan Baik

Perawatan Jagung Hibrida

Pada artikel kali ini kami akan memberitahu cara perawatan jagung hibrida. Apabila cara budidaya jagung yang Anda pakai selama ini masih belum membuahkan hasil yang maksimal, tentunya silahkan untuk mencoba inovasi berikut agar budidaya jagung bisa menghasilkan panen yang menggunung.

Bukan hanya manusianya saja yang bekerja, tetapi keberhasilan budidaya jagung juga ditentukan adanya keberadaan mikroba didalam tanahnya. Untuk lebih jelasnya berikut cara teknik budidaya tanaman jagung yang baik dan benar supaya menghasilkan produksi jagung yang tinggi.

Perawatan Tanaman Jagung Hbrida

Perawatan Jagung Hibrida

Pembubunan atau ipuk dilakukan bersaman dengan waktu pemupukan. Pembersihan gulma ada 2 cara yaitu dengan penyemprotan herbisida Calaris untuk gulma yang berumur 5 – 21hst. Gramoxon untuk gulma berumur 40hst keatas, hesbisida yang cocok dan cara menggunakannya di lihat di herbisida untuk tanaman jagung dan pendangiran pada tanaman jagung.

Pencegahan bundle pada bunga adalah pemberian insektisida furadan di kucup daun pada tanaman jagung yang berumur 21hst dan 40hst. Pengairan tanaman jagung dilakukan pada ketika sudah pemupukan, dan 2 minggu sekali setelah pemupukan terakhir.

Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama yang dapat menyerang tanaman jagung antara lain yaitu Ulat tanah, hama Ulat grayak, hama ulat penggerek polong,pengendaliannya semprot menggunakan insektisida seperti bulldog, spontan, untuk ulat tanah, taburi menggunakan regent. Penyakit yang menyerang tanaman ini antara lain adalah bulai, bercak daun, hawar daun, busuk pelepah, busuk batang. Pengendalianya semprot menggunakan fungisida mankozeb, metalaksil, carbio.

Masa Panen Jagung Hibrida

Perawatan Jagung Hibrida

Pemanenan jagung bisa dilakukan sesuai dengan tujuan. Jika anda ingin dijadikan jagung rebus, maka jagung dapat dipanen sesudah berumur 65 hari. Jika ingin dijual kering maka harus hingga menua yaitu sekitar 90 hari.

Mencegah Hama dan Mengobati Penyakit Bulai Pada Jagung Hibrida

Semua petani jagung pasti menginginkan hasil panennya memuaskan dengan cara mengetahui cara menanam jagung hibrida yang benar. Selain itu cara menolak pennyakit pada jagung harus diperhatikan. Dibawah ini adalah cara mencegah penyakit yang ada pada jagung.

1. Cegah Hama dan Penyakit Pada Jagung Hibrida

Saat tanaman jagung hibrida anda mulai tumbuh pasti ada beberapa faktor penghambat. Namun saya juga tidak bisa menyalahkan semua kesalahan tentang hama dan penyakit kepada anda. Beberapa hama yang sering menyerang tanaman jagung adalah ulat tanah, hama lundi, ulat daun, lalat bibit, ulat tentara dll. Penyakit yang menyerang yaitu bercak ungu, cendawan dan karat.

2. Cara Mencegah Dan Mengobati Penyakit Bulai Pada Jagung Hibrida

Penyakit bulai pada tanaman jagung bisa ditandai dengan adanya daun yang berwarna kuning keputih-putihan. Tanaman jagung hibrida yang terinfeksi penyakit ini pasti mengalami gangguan dalam pertumbuhanya dan perkembangannya, tanaman akan kerdil dan tidak mampu berproduksi sama sekali.

Penyebab Penyakit Bulai Jagung (Patogen)

Penyebab bulai yang biasanya terjadi jagung di Indonesia adalah Peronosclerospora maydis di Pulau Jawa dan Pulau Madura dan P.philippinensis di Pulau Sulawesi. P. philippinensis ini juga menyebar di berbagai penjuru di dunia. Protista mirip cendawan namun berkerabat lebih dekat dan lebih mirip dengan alga ini bersifat parasit obligat .

Alat penyebaran utamanya ialah spora vegetatif yang dihasilkan oleh badan yang biasa disebut konidia (sehingga sporanya disebut juga konidiospora). Konidia dapat bertahan selama bertahun-tahun sebelum tumbuh kembali.

Proses infeksi ini terjadi apabila konidia disebarkan dinihari sekitar pukul 02.00 – 04.00 pasalnya poralisasi maksimum terjadi pada saat itu. Infeksi dilakukan oleh konidia lewat stomata. Pada siang hari tidak akan terjadi infeksi pasalnya pelepasan konidia terhenti, diduga karena konidia tersebut tidak tahan terhadap cahaya matahari.

Pencegahan Penyakit Bulai Jagung

  • Perlakuan Benih, sebelum ditanam sebaiknya benih atau bibit jagung dicampur terlebih dahulu bersama fungisida yang berbahan aktif dimetomorf (Renon, akrobat, Sirkus, dll)
  • Lakukan Penyemprotan saat tanaman jagung sudah berusia sekitar 1 minggu hingga 35 hst dengan fungisida berbahan aktif iprodium dan menggunakan obat carbio dengan dosis 15-25cc setiap 17 liter air, semprotkan dengan jarak sekitar 7 hari.
  • Pemupukan pertama seharusnya jangan menggunakan pupuk urea, gunakan Phonska + SP, atau dapat juga ditambah ZA dan Organik. Selanjutnya pemupukan tahap kedua sebaiknya menggunakan pupuk ZA+Ponska+organik dan pemupukan terakhir gunakan Urea.
  • Taburilah lahan dengan pupuk organik seperti pupuk kandang, Bhokasi, sebelum lahan ditanami.

Demikianlah artikel tentang perawatan jagung hibrida. Jika anda ingin berbudidaya jagung hibrida anda bisa buka website budidaya jagung hibrida. Sekian dan terima kasih.