Penyebab AC Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya

Hallo sobat semua! jangan lupa harus semangat iya hari ini.Kemarin telah aku jelaskan mengenai ac tidak dingin dan cara mengatasinya dan juga ac mati sendiri dsb.

Tapi, kali ini yang akan saya bahas agak-agak mirip si iya sebenarnya dengan artikel yang sudah aku tulis sebelumnya.Yang akan saya bahas kali ini yaitu penyebab ac tidak dingin.

Penyebab AC tidak dingin ini biasanya di pengaruhi oleh beberapa hal, yakni mungkin saja dari mesin yang sudah rusak ataupun juga bisa di sebabkan karena umur ac ini juga sudah tua atau lama.

Tetapi ternyata penyebab ac tidak dingin ini selain disebabkan oleh 2 hal di atas, penyebab ac tidak dingin ini juga bisa dipengaruhi oleh beberapa hal juga.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut lagi, alangkah baiknya jika anda untuk menyimak berikut dengan seksama!

Pengertian AC Dalam Penyebab AC Tidak Dingin

Air Conditioner adalah sebuah alat yang mampu mengkondisikan udara. Tetapi dengan kata lain, AC ini Berfungsi Sebagai Penyejuk Udara yang diinginkan ( sejuk atau dingin ) terutama harus nyaman untuk tubuh.

Ac lebih sering banyak digunakan di wilayah yang memiliki iklim tropis dengan kondisi temperatur udara yang relatif tinggi (panas).

Fungsi Komponen AC Dalam Penyebab AC Tidak Dingin

penyebab ac tidak dingin

Agar dapat mendinginkan ruangan, sebuah unit AC didukung oleh beberapa bagian komponen yang memiliki fungsi berbeda pada setiap bagiannya.

Ada 4 komponen yang disebut sebagai komponen utama seperti kompresor, kondensor, evaporator, dan expansion valve. Ada pula komponen yang jadi pendukung namun memiliki peran penting agar AC bisa bekerja maksimal.

Pada artikel ini akan diulas 7 komponen penting yang bisa dikatakan sering didengar sehari-hari. Apa saja komponen-komponen tersebut, berikut penjelasanya :

1. Kompresor

Layaknya jantung yang memompa darah ke seluruh jaringan pada tubuh manusia, kompresor berfungsi menghisap dan menekan uap refrigeran dari evaporator, kompresor AC menjadi salah satu komponen utama pada unit pendingin udara.

Untuk selanjutnya yaitu, kompresor nantinya akan mengompresi uap tersebut sehingga suhu dan tekanannya menjadi lebih tinggi. Fungsi kompresor di sini juga akan mempertahankan perbedaaan tekanan dan temperatur dalam sistem.

Tidak hanya itu, kompresor pun akan mengalirkan refrigeran ke seluruh sistem pendingin. Di mana sistem kerjanya adalah dengan mengubah tekanan, dari sisi yang bertekanan tinggi ke sisi yang bertekanan rendah.

Prinsipnya, semakin tinggi temperatur maka semakin tinggi pula tekanan yang diperlukan.

2. Kondensor

Kondensor adalah komponen yang berfungsi sebagai penukar kalor. Alat ini juga akan menurunkan temperatur refrigerant dan mengubah wujud refrigerant dari gas menjadi cair. Udara menjadi media pendingin yang dipakai kondensor.

Di mana sistem kerjanya adalah kalor yang ada pada refrigerant yang akan dilepaskan melalui udara bebas dengan bantuan fan.

Kondensor ini posisinya terdapat pada unit outdoor AC karena sistem kerjanya yaitu membuang panas. Kondensor berbentuk jaringan pipa yang berfungsi pengembunan.

Sebab refrigerant yang telah dipompa melalui kompresor dan mengalir melalui pipa kondensor yang nantinya akan mengalami pengembunan.

Setelah melalui refrigerant  itu telah berubah menjadi zat cair karena proses pengembunan tersebut selanjutnya zat cair itu nantinya akan mengalir ke pipa evaporator.

3. Evaporator

Komponen ini adalah komponen berbentuk jaringan pipa yang memiliki fungsi untuk proses penguapan.

Evaporator juga miliki fungsi lain untuk menyerap udara panas dari dalam ruangan yang kemudian akan melewati serangkaian komponen-komponen yang ada pada evaporator.

Sehingga ketika keluar dari evaporator, udara yang pada awalnya panas akan menjadi udara dingin yang akan dihembuskan oleh kipas blower pada unit indoor ke dalam ruangan.

Dengan kata lain, evaporator adalah komponen yang bertugas untuk menukar panas. Dari pipa kondensor, ada zat cair yang berasal dari pipa kondensor yang masuk ke dalam evaporator nantinya akan berubah wujud menjadi gas dingin karena telah mengalami penguapan.

4. Expansion Valve

Expansion valve miliki fungsi turunkan tekanan dan mengatur cairan refrigerant yang mengalir ke evaporator.

Komponen ini memiliki fungsi penting karena menghubungkan dua bagian, tekanan tinggi dan tekanan rendah.

Ketika refrigerant yang bertekanan tinggi melewati pipa kapiler akan berubah dan turun tekanannya. Penurunan itu akhirnya juga akan membuat terjadinya penurunan suhu.

5. Accumulator

Accumulator adalah sebuah komponen yang berfungsi sebagai penampung refrigerant cair dengan tempreatur yang rendah dan campuran minyak pelumas evaporator.

Selain itu, akumulator juga berfungsi untuk mengatur sirkulasi aliran keluar masuk bahan refrigerant menuju saluran hisap kompresor.

Kompenen ini juga akan membuat refrigerant tetap dalam wujud gas. Tujuannya adalah agar refrigerant cair tidak mengalir ke kompresor.

6. Fan atau Blower

Baik unit indoor maupun outdoor memiliki komponen ini. Pada unit indoor , untuk bentuk komponennya ini seperti tabung bersirip karena fungsinya adalah untuk komponen sirkulasi udara.

Komponen blower ini akan bekerja hingga temperatur yang Anda inginkan dan disetel pada remote tercapai.

Komponen yang terdapat pada unit outdoor ini berbentuk seperti kipas dan juga berfungsi untuk mendinginkan refrigerant pada kondensor.

7. Refrigerant atau Freon

Freon AC menjadi komponen pendukung yang penting dari sebuah unit pendingin udara. Tanpa adanya komponen freon, nantinya pendingin udara atau AC tidak akakn mengeluarkan hawa dingin.

Menilik arti freon atau sering juga disebut dengan istilah refrigerant adalah komponen pendingin udara yang berbentuk gas atau senyawa kimia.

Fungsinya sebagai fluida yang mengondisikan suhu udara yang dikeluarkan oleh AC. Freon juga memiliki sifat yang tidak berbau dan tidak berwarna.

Jika ingin unit AC yang memiliki refrigeran atau freon yang ramah lingkungan (eco friendly), maka AC Gree C3e Deluxe Low Watt adalah pilihan yang tepat.

Selain menggunakan freon jenis R32 yang terbukti dapat mengurangi pemanasan global hingga 70% dan menghemat listrik hingga 10% karena membuat AC lebih cepat dingin, seri AC hemat listrik terbaru dari Gree ini juga disematkan berbagai keunggulan lain.

AC C3e Deluxe Low Watt memiliki desain apik yang memiliki lima keunggulan melalui slogan EARTH; yaitu Elegan, Aman, Ramah lingkungan, Tahan lama, Hemat listrik.

Sebagai AC seri low watt, sudah jelas jika C3e memiliki daya listrik yang irit. Paling penting, C3e memiliki teknologi “Pengingat Pintar”, yaitu teknologi yang dapat mengingat seluruh pengaturan pada remote mulai dari suhu, kecepatan kipas, jam, dan mode, setelah listrik padam.

Sama seperti pendahulunya, yaitu C3, produk terbaru dari Gree ini juga memiliki fitur Triple Protection, yaitu adalah fitur tahan api, anti bocor, dan juga tahan temperatur tinggi.

Fitur ini terbukti menjamin pengguna karena dapat memberikan perlindungan AC dalam pemakaian jangka panjang.

Penyebab AC Tidak Dingin dan Cara Mengatasinya

Cuaca yang panas dan ditambah lagi dengan sinar matahari yang sangat terik sehingga membuat siapa saja pastinya ingin beristirahat di ruang yang dingin.

Namun bagaimana jika air conditioner (AC) dalam kamar kamu malah tidak bisa dingin dan padahal sudah sering dirawat? Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai penyebabnya dan sekaligus cara mengatasi AC nggak dingin berikut ini!

1. Pengaturan Remote AC yang Kurang Sesuai

Penyebab AC nggak dingin juga bisa datang dari pengaturan melalui remote AC kamu sendiri. Jika kamu salah ketika mengatur mode-nya, nanti bisa saja udara yang keluar dari AC kamu malah nggak dingin.

Untuk mengatasinya yaitu, dengan cara kamu harus mengatur mode di remote AC pada mode auto ataupun cool. Dengan begitu, nantinya hembusan udara yang sejuk akan menjadi lebih kencang dari sebelumnya.

Selain itu, kamu juga harus bisa mengatur fan atau kipas AC kamu menjadi ke level maksimal supaya nantinya hembusan angin menjadi lebih kencang.

2. Kapasitas Pendinginan AC nggakTidak Sesuai dengan Luas Ruangan

Ternyata kapasitas pendinginan AC itu berbeda-beda lho. Kalau kamu tidak bisa menyesuaikan kapasitas pendinginannya sebanding dengan luas kamar atau ruangan kamu, bisa jadi hal itu menyebabkan AC nggak dingin walaupun sudah sering dicuci atau dirawat.

Jika kamu memiliki ruang kamar dengan ukuran 3×3 m2, sangat disarankan untuk menggunakan AC dengan daya setengah PK.

Sedangkan jika ukuran ruang kamar kamu sekitar ukuran 6×6 m2, kamu sangat disarankan untuk menggunakan AC dengan daya 2 PK.

3. Tegangan Listrik Tidak Stabil

Penyebab ketiga mengapa AC tidak dingin walaupun sering dicuci adalah dari tegangan listrik yang nggak stabil.

AC sendiri juga memiliki tegangan yang lebih besar jika dibandingkan dengan peralatan elektronik lainnya. Sehingga tegangan listrik yang nggak stabil dapat mempengaruhi kinerja AC.

Namun sekarang kamu nggak usah khawatir lagi, yang dilakukan hanyalah tinggal menunggu tegangan listrik menjadi normal kembali, maka secara otomatis AC akan kembali dingin.

4. Tekanan Freon AC Kurang

Sebagai zat yang mengandung titik didih sangat rendah, freon ini sangat bermanfaat sebagai bahan pendingin seperti AC dan kulkas. Oleh karena itu, jika freon kurang atau bahkan habis itu bisa menjadi salah satu penyebab AC nggak dingin.

Sebenarnya freon ini hanya perlu diisi sekitar 4-5 tahun sekali saja. Namun jika AC kamu nanti harus sering diisi freonnya, mungkin ada penyebab lainnya seperti pipa freon yang bengkok/patah sehingga menyebabkan freon bocor.

Jika umur AC kamu masih dibilang cukup baru tapi freonnya sering habis, kamu hanya perlu memeriksa ada atau tidaknya kebocoran pada pipa freon.

Jika nantinya ternyata ada gelembung pada pipa yang telah dilumuri air sabun, ini berarti pipa freon kamu bocor.

Cara lainnya yaitu dengan cara melihat apakah ada oli yang merembes dari pipa maupun unit AC. Jika ada, ini berarti pipa freon milik kamu harus segera diperbaiki.

5. Kondisi Ruangan

Kondisi ruangan juga bisa dijadikan salah satu penyebab AC kamu nggak dingin. Jika ruangan tempat AC kamu dipasang sering terkena atau terpapar sinar matahari langsung atau terbuat dari tembok campuran semen dan pasir, ruangan akan menjadi lebih panas sehingga berpengaruh pada kinerja AC.

Jika ternyata ruangan kamu itu kurang mendukung AC untuk mendapatkan hasil optimal, maka cobalah untuk menurunkan suhu AC atau mengganti AC kamu dengan kapasitas pendingin yang lebih besar.

6. Peletakan Mesin AC di Tempat yang Sempit

Mesin AC biasanya diletakkan di luar ruangan. Namun, jika kamu nantinya meletakkan mesin AC di ruangan outdoor yang sangat sempit, kompresor AC akan menjadi mudah panas dan rusak.

Hal ini juga  bisa mengganggu kinerja AC sehingga nantinya akan menyebabkan AC tidak dingin.

Solusinya yaitu dengan cara meletakkan mesin AC di luar ruangan yang terbuka dan pastikan memiliki jarak minimal 60 cm dari tembok pada setiap sisinya.

7. Kompresor Rusak

Kompresor yang rusak dapat menyebabkan AC nggak dingin. Sebagai komponen utama, kompresor ini berfungsi untuk mengatur sirkulasi freon dari unit AC outdoor ke indoor dan lalu kembali lagi ke outdoor.

Kompresor yang sudah tua nantinya dapat mengalami karat atau aus yang akan menyebabkan kebocoran pada kompresor itu sendiri.

Disamping itu, ampere kompresor yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan kerusakan pada kompresor.

Jika ampere terlalu tinggi, maka kompresor akan menjadi mudah panas. Hal ini akan mengakibatkan kompresor  menjadi lebih sering berhenti untuk mendinginkan suhunya.

Solusi untuk mengatasi kompresor rusak yaitu dengan cara mengganti kompresor dengan yang baru dan sesuai dengan kapasitasnya.

Jika ternyata usia AC kamu itu sudah hampir lebih dari 10 tahun, kamu juga bisa langsung mengganti unit AC outdoor agar menjadi lebih hemat.

Dari beberapa penyebab AC tidak dingin yang sudah dijabarkan diatas, mana yang sering kamu temui?

Mungkin hanya ini saja yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Sekian& Terimakasih 🙂