Macam Jenis Kode Barcode Yang Sering Dijumpai

Macam jenis kode barcode pasti udah tau barcode, barcode adalah kode berbentuk garis dimana masing masing ketebalannya berbeda sesuai dengan isi kodenya. Dan simak juga mesin coding dan resep bakso ikan gurame. Kami juga jual mesin pembuat bakso, kalian bisa cek dilink.

Macam Jenis Kode Barcode

macam jenis kode barcode

Berikut ini beberapa jenis kode barcode yang sesuai dengan kegunaan dan tujuan pemakaian barcode.

  • (UPC) Uniform Product Code untuk checkout penjualan, persediaan barang, dan sebagai pada toko retail
    Code 39 (Code 3 of 9) identifikasi barang, inventarisasi, dan pengiriman pelacakan
  • POSTNET untuk kode pos encoding di US mail
  • (EAN) European Article Number untuk sebuah superset dari UPC yang memungkinkan digit ekstra untuk identifikasi negara
  • (JAN) Japanese Article Number yang serupa dengan EAN, digunakan dijepang
  • Bookland yang berdasarkan nomor ISBN dan digunakan pada sampul buku
  • ISSN barcode Untuk berdasarkan nomor ISSN, digunakan pada majalah di luar AS
  • Code 128 yang digunakan dalam preferensi untuk Code 39 karena lebih kompak
  • Interleaved 2of 5 yang digunakan dalam industri pelayaran dan gudang
  • Codabar untuk digunakan oleh Federal Express, di perpustakaan dan bank darah
  • (MICR) Magnetic Ink Character Recognition adalah sebuah font khusus yang dapat digunakan untuk nomor dibagian bawah cek bank
  • OCR-A untuk format pengenalan karakter optik yang digunakan pada sampul buku dan untuk nomor ISBN agar bisa dibaca oleh manusia
  • OCR-B untuk digunakan untuk mempermudah pembacaan barcode versi UPS, EAN,JAN, Bookland, ISSN, dan Code 39
  • Maxicode untuk digunakan oleh United Parcel Service
  • PDF417 suatu jenis barcode 2-D baru yang dapat encode sampai 1108 byte informasi dan dapat terkompresi seperti pada sebuah portable file data (PDF)

Barcode dibagi menjadi dua macam, yaitu yang berdasarkan dimensinya yaitu satu dimensi (1D-Linear barcode) dan dua dimensinya (2D-Matrix Barcode)

berikut ini pengelompokan berdasarkan dimensinya:

A. Satu dimensi (1D – LINEAR BARCODE)

  • Code 39
  • Code 128
  • CodaBar
  • Code 25 (Interleaved 2 of 5 / ITF)
  • EAN-8
  • Code 11
  • ITF-14
  • Code 93
  • EAN-13
  • JAN-8
  • JAN-13
  • UPC-A
  • UPC-E
  • ISBN
  • ISSN
  • Logmars
  • Plessey
  • Telepen
  • FIM
  • Pharmacode
  • Postnet

B. Dus dimensi (2D – MATRIX BARCODE)

  • QR Code
  • Micro QR Code
  • AZTEC Code
  • Code ONE
  • Data Matrix
  • Grid Matrix
  • PDF417
  • MicroPDF417

Dan ini keuntungan dari menggunakan barcode

  1. Proses Input Data yang lebih cepat dan Barcode Scanner dapat membaca atau merekam data dengan lebih cepat dibandingkan dengan melakukan proses input data secara manual
  2. Proses Input Data lebih tepat, karena teknologi barcode mempunyai ketepatan yang tinggi dalam pencarian data dengan lebih cepat
  3. Penelusuran informasi data yang lebih akurat karena teknologi barcode mempunyai akurasi dan ketelitian yang sangat tinggi
  4. Mengurangi biaya, karena dapat menghindari kerugian dari kesalahan pencatatan data dan mengurangi pekerjaan yang dilakukan secara manual dan berulang ulang
  5. Peningkatan kinerja manajemen, karena dengan data yang lebih cepat, tepat dan akurat maka pengambilan keputusan oleh manajemen akan jauh lebih baik dan lebih cepat, yang nantinya akan sangat berpengaruh dalam menentukan kebijakan perusahaan
  6. Memiliki nilai tawar yang lebih tinggi atau prestise serta kemampuan bersaing dengan saingan atau kompetitor akan lebih terjaga

Mesin Coding atau Expired Date adalah alat yang berfungsi untuk mencetak tulisan ( atau sejenis kode produksi ) ke kemasan.

Kode Produk Expired Date yang merupakan deret angka, huruf, maupun gambar ( barcode ) pada kemasan sebuah produk atau lebel. Yang mana Kode Produksi sangat penting perannanya untuk para konsumen sebelum konsumen mengkonsumsi sebuah produk tersebut. Karena lebel ini untuk melihat kapan makana ini sudah Exp.