Cara Budidaya Mentimun pada Lahan Sawah

Syarat Tumbuh Mentimun

cara menanam mentimun pada lahan sawah- mentimun memiliki sifat yang mudah beradaptasi dengan berbagai musim dan iklim. Temperatur permukaan yang di butuhkan adalah sekitar 21 sampai 27 derajat Celcius dengan curah hujan rendah. Selain itu kondisi tanah yang disukai mentimun adalah tanah yang mudah menyerap air denga kada pH tanah 6 sampai 7.

cara menanam mentimun

Cara Pembibitan Mentimun

cara menanam mentimun pada lahan sawah- Sebelum menanam bibit, perlu di persiapkan media pembibitan yang dapat menggunakan campuran kompos matang dengan tanah dan diamkan selama seminggu. Selanjutnya siapkan pukan (campuran kompos dengan Trichoderma sp.) dicampur tanah dengan perbandingan 3 banding 7 kedalam polybag.

Rendam mentimun dengan larutan POC (pupuk organik cair) di campur air hangat selama setengah jam. Setelah bibit diremndam selanjutnya dibiarkan selama semalam sampai berkecambah. Benih yang telah mulai berkecambah selanjutnya di pindah kedalam polybag yang sudah di persiapkan sebelumnya dan lakukan penyiraman 2 kali sehari. Setelah berumur 12 hari, biasanya bibit mentimun sudah memiliki daun antara 3 sampai 5 helai. Pada usia tersebut, bibit mentimun sudah bisa di pindahkan dan di tanam pada area sawah.

cara menanam mentimun

Mempersiapkan Lahan Sawah Sebagai Media Tanam)))))))))))

  1. Bersihkan lawah tanam tanaman mentimun dari sisa batang padi serta rumput liar.
  2. Jika pH tanah sawah kurang dari 6, maka perlu di lakukan penambahan dolomit untuk mineral tanah.
  3. Pada lahan sawah dibuat bedengan dengan lebar sekitar 120 cm dengan tinggi 30 cm.
  4. Bedengan di buat berbaris dengan jarak 30 sampai 50 cm setiap barisnya.
  5. Pupuk tanah dengan pupuk NPK dengan takaran 100 kg per ha sawah.
  6. Untuk mendapatkan hasil terbaik, lahan bisa di tambahkan dengan pupuk organik.
  7. Langkah selanjutnya buat lubang tanam pada bedengan dan pasang mulsa.
  8. Langkah terakhir adalah menanam bibit mentimun kedalam lubang pada bedengan.

Pemeliharaan Mentimun Pada Lahan Sawah

  1. Periksa semua bibit mentimun yang sudah di tanam pada sawah. Pastikan tidak ada bibit yang rusak, terserang penyakit atau mati. Jika anda menemukan bibit tanaman mentimun yang kurang baik atau mati, segera cabut dan gantikan dengan bibit tanaman mentimun yang baru.
  2. Penyiangan tanaman pengganggu dan gulma pada area sekitar tanaman mentimun perlu di lakukan. hal tersebut untuk memastikan nutrisi yang kita berikan untuk tanaman mentimun tidak di curi oleh tanaman pengganggu tersebut. Penyiangan juga perlu di lakukan sebelum melakukan pemupukan.
  3. Setelah tanaman mentimun berumur 5 hari dari masa tanam, perlu di pasang ajir. Ajir tersebut berfungsi agar tanaman mentimun dapat tumbuh dengan rapat.
  4. Setelah tanaman mentimun berumur sekitar 3 minggu, perhatikan tanaman mentimun yang anda tanam. Jaga tanaman mentimun agar daun mentimun tidak terlalu lebat dan lakukan pemangkasan daun bila di perlukan.
  5. Penyiraman dapat dilakukan dengan rutin setiap harinya atau sesuai kebutuhan.

Hama Mentimun Lahan Sawah

Lalat dan ulat Buah

Ulat ini akan memakan dan memotong batang mentimun disekitaran leher batang dan akar yang menyebabkan tanaman mati. Lalat buah dewasa berukuran sekitar 2mm dan akan menghinggapi buah mentimun untuk bertelur. Larva lalat buah ini nantinya akan menggerogoti buah mentimun dari dalam sehingga buah menjadi busuk. Penanganannya bisa dengan pemberian insektisida.

Penyakit Mentimun Lahan Sawah

Busuk Daun

Disebabkan oleh psedoperonospora cubensis berk et curt yang menginfeksi kulit daun dengan kelembaban tinggi. Temperatur akan turun menjadi 16 sampai 22 derajat Celcius membuat daun menjadi berkerut , layu dan mati.

Penyakit Tepung

Penyebabnya adalah tanah yang kering namun kelembaban udara tinggi.

Bercak Daun

Penyakit ini umumnya muncul disaat musim penghujan.

Busuk Buah

Bercak basah ini jika dibiarkan akan menjadi kecoklatan dan membuat buah menjadi berkerut dan busuk. Mentimun biasanya sudah dapat dipanen saat usia 2 sampai 3 bulan setelah masa tanam. Pemanenan dapat dilakukan dengan menggunakan pisau atau gunting yang tajam.